Maria Kristin Yulianti

MariaKristin

Maria Kristin Yulianti (lahir di Tuban, Jawa Timur, 2 Juni 1985; umur 24 tahun) adalah pebulu tangkis Indonesia. Ia telah aktif sebagai pemain bulu tangkis nasional Indonesia sejak tahun 2004. Pada tahun 2008 ia turut serta membawa tim Piala Uber Indonesia meraih peringkat kedua. Yulianti merebut medali perunggu bagi Indonesia pada nomor tunggal putri di Olimpiade Beijing 2008 dengan mengalahkan Lu Lan dari China. Sejak Saat itu membangkitkan sektor tunggal putri Indonesia di mata dunia bulutangkis. Saat Di Japan Open dia mengalahkan Wong Mew Choo dari Malaysia, dan sebelum akhirnya tumbang ditangan pemain China Lu Lan.Saat di France Open ia juga tumbang ditangan Lu Lan, Maria Juga mengatakan bahwan mungkin Lu Lan jodohnya, karena ia selalu bertemu dengannya meskipun kalah atau menang.

sumber;wikipedia

12 November 2009 at 8:18 pm Tinggalkan komentar

Moammar Emka

moammar-emka

Moammar Emka (lahir di Tuban, Jawa Timur, 13 Februari 1974; umur 35 tahun) dikenal sebagai penulis buku kontroversial, “Jakarta Undercover” (Sex in The City).

Moammar Emka telah menulis puluhan buku. Namun buku tulisannya yang paling laris dan mengangkat namanya adalah “Jakarta Undercover”. Buku ini menceritakan sisi gelap kehidupan seks ‘liar’ yang ada di kota Jakarta. Buku ini juga mengalami cetak ulang sebanyak 35 kali. Selain itu juga dilakukan gubahan dalam bentuk bahasa Inggris dan di pasarkan di kota-kota besar Asia, yang juga telah dilakukan cetak ulang. Karya itu kemudian diangkat ke dalam cerita film layar lebar berjudul “Jakarta Undercover“, dengan dibintangi Luna Maya, Fachry Albar, Lukman Sardi, Christian Sugiono, dan Fauzi Baadila.

Emka menulis buku-bukunya dengan investigasi secara mendalam selama bertahun-tahun. Berbagai metode pun dia gunakan untuk mendapatkan informasi seperti pendekatan personal, clubbing, nongkrong bareng, curhat, sampai wawancara.

Buku tulisan Emka kebanyakan mengupas sisi seksualitas yang terjadi di masyarakat, seperti “Siti Madonna”, “Jakarta Undercover 2″,”Jakarta Undercover 3″, “Ade Ape Dengan Mak Erot?”, “2 Selingkuhan”, dan “In Bed with Models”. Buku In Bed with Models dirilis pertengahan 2006, yang mengisahkan lika-liku sisi gelap para selebriti Indonesia dalam mencari ‘pendapatan tambahan’ dengan ‘menceburkan diri’ dalam transaksi seks kelas atas.

Selain menulis, Emka juga pernah tampil sebagai cameo di film “Koper” garapan sutradara Richard Oh

sumber;wikipedia

12 November 2009 at 8:17 pm Tinggalkan komentar

Hasyim Muzadi

hasyim_muzadi_2

Kyai Haji Abdul Hasyim Muzadi (lahir di Tuban, 8 Agustus 1944; umur 65 tahun) adalah Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU), organisasi keagamaan terbesar di Indonesia. Ia pernah menjadi pengasuh pondok pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur.

Pendidikan Pendidikan:

  1. Madrasah lbtidaiyah Tuban-Jawa Timur 1950-1953
  2. SD Tuban-Jawa Timur 1954-1955
  3. SMPN I Tuban-Jawa Timur 1955-1956
  4. KMI Gontor, Ponorogo-Jawa Timur 1956-1962
  5. PP Senori, Tuban-Jawa Timur 1963
  6. PP Lasem-Jawa Tengah 1963
  7. IAIN Malang-Jawa Timur 1964-1969
  8. Bahasa 1972-1982

Karya Tulis

  1. Membangun NU Pasca Gus Dur, Grasindo, Jakarta, 1999.
  2. NU di Tengah Agenda Persoalan Bangsa, Logo, Jakarta, 1999.
  3. Menyembuhkan Luka NU, Jakarta, Logos, 2002.

12 November 2009 at 8:16 pm Tinggalkan komentar

Tonny Koeswoyo

Tonny 01

Tonny Koeswoyo (Tuban, Jawa Timur, 19 Januari 193627 Maret 1987) atau Koestono Koeswoyo adalah pimpinan dari group Koes Plus. Tonny dapat memainkan tiga alat musik yaitu piano, gitar dan keyboard. Ia juga menciptakan lirik yag indah serta penuh makna dengan gaya bahasa yang sederhana namun penuh arti. Chrisye yang menyanyikan lagu ciptaan Tonny koeswoyo “Cintamu tlah Berlalu” dalam salah satu albumnya mengatakan lirik yang dibuat Tonny Koeswoyo sangat dalam dan puitis.

Karir

Tahun 1962 dia mendirikan Koes Bersaudara yang anggota anggotanya adalah kakak dan adik adiknya putra Koeswoyo yaitu John Koeswoyo, Tonny Koeswoyo, Yon Koeswoyo, Yok Koeswoyo dan Nomo Koeswoyo.

Di awal tahun 1960-an group musik di Indonesia umumnya lebih bangga menyanyikan lagu asing, namun Koes bersaudara merupakan pelopor mencipta dan merekam lagu berbahasa Indonesia. Atas permintaan penonton ketika Koes Bersaudara manggung, mereka “terpaksa” membawakan lagu lagu The Beatles, Kalin Twin dan Everly Brothers yang ujung ujungnya dituduh Bung Karno sebagai penyebar Musik Ngak Ngik Ngok tak berbudaya Indonesia. Oleh karenanya mereka mendekam di Bui tanpa proses pengadilan selama 3 bulan. Sekeluar dari bui, situasi dalam penjara dipotret melalui lagu lagu Koes Bersaudara berikutnya.

Di tengah situasi ekonomi sulit, Nomo Koeswoyo mengundurkan diri. Keadaan ekonomi Tonny Koeswoyo pun menurun hingga menjual radio satu satu miliknya untuk membeli becak guna menyambung nyawa. Tetapi berusaha keras eksis di bidang musik dengan merekrut Murry atau Kasmuri membentuk group musik yang diberi nama sementara FREE AND PEACE, sebelum kemudian terinspirasi dengan APC PLUS dan Koes Plus-lah nama yang dipilih untuk nama Group yang terdiri dari Tonny, Yon, Yok, dan Murry. Maestro musik yang bernama asli KOESTONO ini seperti mendapat energi baru dengan masuknya Murry, sehingga kreatifitasnya tidak terbendung dengan menampilkan irama musik yang lebih bervariasi.

Walau mula mula Koes Bersaudara dan Koes Plus berkiblat musik barat, tetapi suatu waktu Tonny Koeswoyo berseru agar musisi Indonesia jangan segan menggali kekayaan seni Musik Tradisional Indonesia. Dan dia benar benar berhasil membuktikan dengan keberhasilannya meramu musiknya dengan warna lokal / tradisional Indonesia. Hingga hari ini belum kita temukan musisi sekonsitensi dia dalam beridealisme. Hal ini dibuktikan dengan sejumlah album Pop Indonesia, Pop Jawa, Pop Melayu, Pop Keroncong, kemudian “diversifikasi” menjadi Album Anak-anak, Natal, Qosidah, Another Song for You (bahasa Inggris), Album In Hard Beat, Folksong.

Dengan berbekal bacaan filsafat yang bersumber dari Al Qur’an, Injil, Gitanjali, Bhagawad Gita, Vivekananda, dan lain sebagainya, menyebabkan lirik lagu yang dia ciptaan memiliki bobot.

Tidak hanya tema cinta yang diusung oleh Tonny Koeswoyo, tetapi merambah pada tema Ke-Tuhan-an, tema Nasionalisme, Keindahan Alam, dan lain-lain.

Walaupun pada waktu itu sempat menimbulkan pendapat miring bagi pengamat musik, konsep mencipta lagu yang berlirik sederhana, dan easy listening, menjadikan lagu Koes Bersaudara dan Koes Plus bertahan hingga 3 dasawarsa tidak mustahil menjadi “lagu rakyat” sepanjang masa. Intensitas bermusik yang tinggi menyebabkan raganya “terlupakan”, sehingga pada tanggal 27 Maret 1987 penyakit kanker usus mengakhiri hidupnya. Tonny Koeswoyo tutup usia di Jakarta pada umur 51 tahun.

sumber;wikipedia

12 November 2009 at 8:13 pm Tinggalkan komentar

Muhammad Tholchah Hasan

Tholchah_Hassan

Drs. K.H. Muhammad Tholchah Hasan (lahir di Tuban, Jawa Timur, 10 Oktober 1938; umur 71 tahun) adalah Menteri Agama pada Kabinet Persatuan Nasional. Ia meraih gelar sarjana dari Universitas Merdeka Malang. Sebelum ditunjuk menjadi menteri, politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa ini menjabat sebagai rektor di almamaternya sampai dengan 1998.

sumber:wikipedia

12 November 2009 at 8:11 pm Tinggalkan komentar

Sugondo Djojopuspito

Sugondo Djojopuspito

(Tuban, Jawa Timur, 22 Februari 1904Yogyakarta, 1978)

adalah tokoh pemuda tahun 1928 yang memimpin Konggres Pemuda 1928 dan menghasilkan Sumpah Pemuda, dengan motto: Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa: Indonesia.

Background

Sugondo Djojopuspito lahir di Tuban, 22 Februari 1904 anak seorang Mantri Juru Tulis Desa di kota Tuban. Pendidikan HIS (Sekolah Dasar 7 tahun) tahun 1911-1918 di kota Tuban. Tahun 1919 pindah ke Surabaya untuk meneruskan ke MULO (Sekolah Lanjutan Pertama 3 tahun) tahun 1919-1921. Selama di Surabaya mondok bersama Soekarno di rumah HOS Cokroaminoto. Setelah lulus MULO, tahun 1922 melanjutkan sekolah ke AMS afdeling B (Sekolah Menengah Atas bagian B – paspal – 3 tahun) di Yogyakarta tahun 1922-1924.

Setelah lulus AMS tahun 1925 melanjutkan kuliah ke Batavia (Jakarta) pada RHS (Rechts Hooge School – didirikan tahun 1924 – Sekolah Tinggi Hukum – Fakultas Hukum Universitas Indonesia sekarang). Selama mahasiswa hidup sulit hanya punya satu baju, yang harus dicuci dulu kalau mau kuliah. Kuliah di RHS hanya mencapai tingkat P (propadeus – sekarang D2)

Sumpah Pemuda “28 Oktober 1928″

Pada waktu semua orang ikut dalam organisasi pemuda, pemuda Sugondo masuk dalam PPI (Persatuan Pemuda Indonesia – dan tidak masuk dalam Jong Java). Pada tahun 1926 saat Konggres Pemuda I, Sugondo ikut serta dalam kegiatan tersebut. Tahun 1928, ketika akan ada Konggres Pemuda II 1928, maka Sugondo terpilih jadi Ketua atas persetujuan Drs. Mohammad Hatta sebagai ketua PPI di Negeri Belanda dan Ir. Sukarno (yang pernah serumah di Surabaya) di Bandung. Mengapa Sugondo terpilih menjadi Ketua Konggres, karena beliau adalah anggota PPI (Persatuan Pemuda Indonesia – wadah pemuda independen pada waktu itu dan bukan berdasarkan kesukuan.

Saat itu Mohammad Yamin adalah salah satu kandidat lain menjadi ketua, tetapi dia berasal dari Yong Sumatra (kesukuan), sehingga diangkat menjadi Sekretaris. Perlu diketahui bahwa Moh. Yamin adalah Sekretaris dan juga salah satu peserta yang mahir berbahasa Indonesia (sastrawan), sehingga hal-hal yang perlu diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia yang benar tidak menjadi hambatan (seperti diketahui bahwa notulen rapat ditulis dalam bahasa Belanda yang masih disimpan dalam museum).

Konggres Pemuda 1928 yang berlangsung tanggal 27-28 Oktober 1928 di Jakarta menghasilkan Sumpah Pemuda 1928 yang terkenal itu, di mana Para Pemuda setuju dengan Trilogi: Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa: Indonesia. Selain kesepakatan ini, juga telah disepakati Lagu Kebangsaan: Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Supratman. Dalam kesempatan ini, WR Supratman berbisik meminta ijin kepada Sugondo agar boleh memperdengarkan Lagu Indonesia Raya ciptannya. Karena Konggres dijaga oleh Polisi Hindia Belanda, dan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (misalnya Konggres dibubarkan atau para peserta ditangkap), maka Sugondo secara elegan dan diplomatis dengan bisik-bisik kepada WR Supratman dipersilahkan memperdengarkan lagu INDONESIA RAYA dengan biolanya, sehingga kata-kata Indonesia Raya dan Merdeka tidak jelas diperdengarkan (dengan biola). Hal ini tidak banyak yang tahu mengapa WR Supratman memainkan biola pada waktu itu.

Bintang Jasa Utama

Atas jasa pada masa pemuda dalam memimpin Sumpah Pemuda, maka oleh Pemerintah Republik Indonesia diberikan Tanda Kehormatan Republik Indonesia: berupa Bintang Jasa Utama.

Belum Diakui Sebagai Pahlawan Nasional

Mengingat jasanya, maka sudah sepantasnya beliau mendapat pengakuan Pahlawan Nasional.

sumber:Sugondo Djojopuspito, Encyclopadia Indonesia, 3 Volume

12 November 2009 at 8:09 pm Tinggalkan komentar

Basuki Rahmat

200px-BasukiRachmat

enderal Basuki Rahmat (lahir di Tuban, Jawa Timur, 4 November 1923 – meninggal di Jakarta, 9 Januari 1969 pada umur 45 tahun) adalah seorang jenderal dan politikus Indonesia. Ia adalah seorang pahlawan nasional Indonesia.

Dalam posisi pemerintahan beliau pernah menjabat sebagai Menteri Veteran Letnan dalam Kabinet Dwikora pimpinan Soekarno pada periode 1964-1966. Ia juga merupakan salah satu saksi kunci perisitiwa Supersemar beserta Jenderal Amirmachmud dan Jenderal M. Jusuf.

Ia wafat pada 9 Januari 1969 akibat serangan jantung dan dimakamkan keesokan harinya di TMP Kalibata, Jakarta.

sumber;wikipedia

12 November 2009 at 8:06 pm Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama


bisnis BidVertiser


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.